selasar-loader

Apa yang Anda rasakan ketika tidak bisa bersama keluarga ketika Hari Raya Idul Fitri?

LINE it!
Answered Jun 10, 2017

Hari Nugroho
Medical Doctor with Addiction Medicine training

Hasil gambar untuk IDUL FITRI BERSAMA KELUARGA

Tak bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga itu tak enak, pernahkah saya mengalaminya? Sering! Profesi saya sebagai dokter acap kali membuat tak bisa merayakan Lebaran bersama keluarga, jatah piket atau jaga pada hari-hari besar keagamaan sudah dijalani semenjak sekolah dokter, terutama saat kuliah profesi.

Ada rasa sepi, kangen dengan kebersamaan berangkat salat Idul Fitri, dan tentu saja rindu masakan rumah khas Lebaran. Meski masih mendapat suasana tersebut bersama tenaga kesehatan lain dan juga pasien beserta keluarganya, rasa sepi kadang masih hinggap. Untungnya hal tersebut tak berlangsung lama hanya 1x24 jam, selepas itu rasa kangen terobati.

Namun, ada satu peristiwa Idul Fitri yang membuat saya mewek, berurai air mata. Kapan itu? Saat saya belajar di Amsterdam, Idul Fitri saat itu rasanya yang paling sedih, berasa jauh sekali dengan keluarga, tak pelak di malam Idul Fitri kedua mata berlinang, apalagi masih ada kuliah besok hari H Idul Fitri. Selepas salat Idul Fitri dan kuliah pada siang harinya, saya berjalan mencari makanan khas Indonesia ke restoran Bunda, kurang lebih 3 km dari asrama mahasiswa saya. Nasi rames jadi makanan Hari Raya saya, dan tampaknya jadi nasi rames yang paling mahal sepanjang hidup, €10 harganya atau sekitar Rp150.000,00. 

Selepas itu, saya pergi ke Rotterdam dengan tiket kereta gratis yang bisa keliling Belanda, pemberian seseorang di Masjid Indonesia di Amsterdam. Niatnya ingin bertemu teman, namun dia tak ada, jadilah saya ngebolang keliling Rotterdam. Lumayan mengobati rasa kangen keluarga.

Dan tahun depan tampaknya saya akan Lebaran jauh dari keluarga lagi!

Ilustrasi via cloudfront.net

160 Views
Write your answer View all answers to this question