selasar-loader

Mengapa sebelum puasa dan sesudah puasa, seseorang biasanya "nyekar" ke pemakaman keluarga mereka yang sudah meninggal?

LINE it!
Answered Jun 10, 2017

6thMW9_jhCrV_HJnYN_tTcv7cnc0XWAZ.jpg

Sebuah tradisi selalu memberi makna kepada yang hidup di bawah naungan tradisi tersebut. Bukan nyekarnya yang penting, tetapi makna yang ada di baliknya, yaitu CINTA. kita merasa perlu mencintai, bukan hanya kepada yang hidup tetapi kepada apa dan siapapun yang punya peran terhadap hidup kita. Kakek, nenek, ayah, ibu yang , walaupun sudah tiada, merasa perlu kita kunjungi. Mereka kini sudah berada di alam akibat, tinggal menerima akibat dari alam sebab, yaitu alam kita. Jika berbuat baik maka kebaikanlah yang diterima, atau sebaliknya.

Tentu kita 'merasa' bahwa kita dapat memohonkan kepada Tuhan mengurangi akibat buruk dari perbuatan mereka dahulu, dengan mendoakan. Dan visualisasi doa, menjadi lebih mudah jika kita berada di makam atau pusaranya. Apakah itu memang demikian? Ya belum tentu.

Bagaimana dengan orang yang meninggal tenggelam di laut atau meninggal saat haji yang kita tidak tahu di mana dikuburkan? Jadi, jika pun, kita melakukan itu, hidup menjadi lebih ringan karena bisa berdamai dengan tradisi yang memberi kita makna keberadaan kita. 

192 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored