selasar-loader

Novel apa yang paling menginspirasi dalam hidup Anda hingga mengubah hidup Anda?

Last Updated Nov 23, 2016

13 answers

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
memberi pelajaran penulisan kreatif di fanspage Facebook "Nulis bareng Pepih"

Hasil gambar untuk novel untuk menginspirasi

Sumber gambar via http://4.bp.blogspot.com/ (SUM)

Saya akan menceritakan tiga novel yang paling menginspirasi sekaligus mengubah jalan hidup saya. Tiga novel dari tiga masa yang berbeda, yang saya baca di saat usia yang berbeda pula. Pertama, novel berbahasa Sunda berjudul Budak Teuneung ('Anak Pemberani') karya Samsoedi yang saya baca saat saya duduk di kelas lima sekolah dasar tahun 1976 atau 40 tahun yang lalu saat saya menulis pertanyaan ini untuk Selasar.com.

Saya masih ingat, tokoh utama novel ini adalah Warji, seorang anak yatim berusia 11 tahun yang berteman dengan Asep Onon, anak seorang lurah. Tadinya, Asep Onon sangat memusuhi Warji yang anak janda miskin di kampungnya. Namun, saat keselamatan Asep Onon di ujung maut akibat terperosok sumur bekas, Warji yang sering dinistakan itulah yang kemudian menolongnya. Asep Onon berterima kasih dan oleh sang Lurah, sang Ayah, Warji diminta menemani Asep Onon karena seusia.

Saat bersama Asep Onon itulah, Warji belajar calistung, membaca, menulis, berhitung, sebagai pengetahuan dasar baginya. Tetapi, dasar Warji anak cerdas. Ia cepat menguasai ilmu yang diajarkan sehingga pada waktunya saat usianya beranjak dewasa. Ia diangkat menjadi semacam opas atau keamanan kampung. Dasar anak pemberani pula, Warji berhasil menangkap dua penjahat di kampungnya yang suka mencuri kerbau dari peternak. Karena jasa-jasanya itulah, Warji kemudian menjadi pejabat di desanya, berkat keberaniannya.

Mengapa novel ini menginspirasi dan mengubah arah kehidupan saya? Jujur dengan novel ini pulalah, saya bertekad menjadi seorang penulis, setidak-tidaknya menjadi seorang Samsoedi yang pandai bercerita sehingga penuturannya sedemikian hidup. Saya kemudian membandingkan novel berbahasa Sunda ini dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Ternyata, saya lebih menikmati bahasa aslinya, yaitu bahasa Sunda. Maka, pada saat SMP, saya mulai menulis cerita, pengalaman, dan opini dalam bahasa Sunda, bahasa yang lebih saya kuasa tinimbang bahasa Indonesia!

Periode ini, yakni SMP--SMA, saya demikian subur melahirkan karya-karya berbahasa Sunda yang dimuat di satu-satunya majalah berbahasa Sunda di dunia, yaitu Mangle. Karena secara struktur bahasa dan gramatika bahasa Sunda lebih sulit serta complicated dibanding bahasa Indonesia, maka tidak ada kesulitan sedikit pun saat saya beralih menulis ke dalam bahasa Indonesia. Meski bahasa ibu saya adalah Sunda, toh televisi sudah dijejali dengan percakapan bahasa Indonesia, juga pengantar di sekolah. Otomatis, bahasa yang terucap adalah bahasa Indonesia. Dari tekad menjadi seorang pencerita hebat seperti Samsoedi itulah akhirnya saya "terjerumus" ke dalam dunia tulis-menulis.  

Novel kedua yang ingin saya ceritakan adalah Taksi karya Eddy Suhendro. Saya membacanya saat masih kuliah dan novel ini dimuat sebagai cerita bersambung di harian Kompas. Bagi saya, novel ini demikian memikat, sebab Eddy memperkenalkan gaya bertutur yang tidak biasa, di mana ungkapan hati yang tidak terucap bisa dijadikan percakapan dalam kutipan langsung. Cara Eddy mengeksplorasi dan memprovokasi tokoh utama khususnya dengan nada imperatif, sangat kuat, dan bagi saya mewakili gaya penulisan baru (saat itu).

Contoh jika tokoh utama itu bernama Pram yang sedang galau tetapi kurang keberanian serta kurang percaya diri dalam menghadapi seorang perempuan yang ditaksirnya, Eddy sebagai seorang penulis yang mewakili suara hati Pram akan menulis, "Ayolah, Pram, ga usah takut. Sisie juga manusia loh. Sisie bukan setan, ngapain kamu takut sama perempuan cantik macam dia. Ayolah, Pram."

Ini kan kata hati dan perasaan Pram yang tidak terungkap dalam percakapan, tetapi sebagai seorang penulis Eddy telah memprovokasi tokoh utama yang diciptakannya sendiri. Ternyata, setiap tokoh cerita (karakter) itu punya bisikan hati yang tak terungkap, dan itu bisa dieksplorasi oleh Eddy sedemikian hebat dan memikat. Lalu, saya jatuh cinta dengan gaya tutur seperti itu. Ini mengubah cara pandang saya dalam menulis novel (cerber) untuk Hai, Anita, Femina, dan Gadis, bahwa gaya bertutur seperti itu boleh juga ditiru. Jujur, novel (cerber) Senyum Primitif yang saya tulis di Hai itu terpengaruh gaya Eddy Suhendro.

Novel ketiga yang menginspirasi dan mengubah hidup saya adalah Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Mengubah hidup karena usai membaca novel ini, saya bertekad menjadi wartawan koran terbesar negeri ini, yaitu harian Kompas. Yang saya tangkap dari novel pertama dari tetralogi Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca ini, bahwa manusia tidak boleh diam atas ketidakadilan yang didapatnya dari seseorang yang "mengatasinya", siapapun dia.

Alasan paling dasar adalah soal harga diri. Ini ditunjukkan seorang Nyai Ontosoroh yang meski menjadi nyai-nyai Belanda, tetapi di kepalanya selalu tersemat mahkota wibawa yang tidak bisa dijamah oleh si Belanda. Alhasil, karena Nyai Ontotoroh punya sikap dan martabat sebagai olah batin dari hasil membaca buku-buku suaminya itu, ia menjadi perempuan bermartabat dan tidak bisa dihina-dina begitu saja.

Saya kemudian melihat kenyataan, bahwa kondisi serupa Nyai Ontosoroh banyak terjadi dalam dunia nyata. Ketidakadilan ada di mana-mana, menyesaki kehidupan ini; ketidakdilan boss terhadap anak buahnya, ketidakadilan majikan terhadap buruhnya, ketidakadilan guru terhadap muridnya, ketidakadilan ulama terhadap jamaahnya atau sebaliknya.

Ya, ketidakadilan ini harus dilawan, apalagi ketidakadilan dalam bentuk penjajahan, pemenjaraan, pembantaian dan seterusnya. Sayangnya, banyak orang yang tidak berani melawan ketidakadilan ini.

Nah, Bumi Manusia mengajarkan saya yang lahir sebagai anak kampung, ndeso, dan katrok dari ujung timur Provinsi Jawa Barat untuk bersikap soal ketidakadilan. Di lingkungan saya bekerja selama lebih 26 tahun, saya adalah minoritas, tetapi saya terbiasa berpikir minoritas sehingga daya survivalnya lebih dibanding yang lain dari kalangan mayoritas itu. 

Novel ini pula yang mengajari pentingnya...(more)

Answered Nov 26, 2016
Kartika Aprilia
Indonesian Literature, University of Indonesia.

s6kJFUaxhGUZ_Yt72gV6yWdDiCUMEFPi.jpg

Novel Filosofi Kopi.

Saya belum membaca seluruh isi buku ini, namun saya sudah membaca kutipan-kutipan karya Dee Lestari. Menurut saya, Puisi Spasi yang terdapat dalam novel tersebut sangat menginspirasi dan cukup mengubah pola pikir saya.

Berikut adalah kutipan puisi tersebut.

"Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?"
"Bukankan kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang jika ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu."
"Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang."
"Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung."
"Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring."

Berdasarkan kutipan di atas, yang dapat mengubah pola pikir saya adalah ketika kita memiliki pasangan, kita jangan terlalu terpaku dengan pasangan kita. Kita harus memiliki jarak agar kita sama-sama bisa menjalani hidup ini dengan baik.

Berada dalam satu ikatan bersama pasangan memang terjadi, namun bukan berarti hal tersebut dapat membatasi kita untuk melakukan kegiatan selain bersama pasangan.

Hidup ini singkat, jadi jangan sampai rasa sayang yang membelenggu membutakan kita untuk beraktivitas. 

Kita boleh sayang dan cinta pada pasangan, namun kita harus memiliki ruang masing-masing agar kehidupan pribadi juga bisa terjalankan.

Semoga kutipan ini dapat menginspirasi Anda yang membaca.

Answered Apr 20, 2017
El Hakim Law
Founder Lingkar Studi Islam & Kepemimpinan (@larsik.id)

u4HZIKqlur9r5nzOQOnZnYaC5nUGts21.jpg

Seumur hidup hingga berusia hampir seperempat abad ini, seingat saya, hanya ada satu novel yang saya selesaikan yakni Ayat Ayat Cinta dan itupun ketika SMA. Setelah itu hingga hari ini saya belum pernah khatam novel.

Dan ya, membaca AAC tidak terlalu banyak merubah hidup (dalam hal ini paradigma) saya karena pada saat itu sedang demam AAC.

Bacaan saya non-fiksi, meski mencoba menantang diri untuk membaca novel, mungkin ke depan.

Namun kalau bicara buku yang merubah (paradigma) hidup saya, mungkin sepele, namun buku itu adalah buku dengan judul "Sifat Sholat Nabi" karya Syaikh Albani yang saya baca ketika SMA.

Mengapa?

Karena justru dari buku tersebut saya mendapat pelajaran tentang berfikir sistematis dan terstruktur dengan argumen yang dapat dipertanggungjawabkan sejak SMA. Hal inilah yang kemudian membuat saya "nyasar" dan nyaman di Fakultas Hukum hingga lulus dan merintis karya di masyarakat dengannya.

Ya, buku non-fiksi.

:)

 

sumber gambar: www.tokopedia.com

Answered Apr 22, 2017
Ray Rahendra
digital strategist, writer, Juventus, marketeer

Ada banyak sih novel yang menginspirasi saya. Ini ada 3 yang saya share, ya. Kalo mau banyak, ya kita ngobrol aja biar akrab :P

1. Reluctant Fundamentalist

51Ffcd5nY3L._SY344_BO1,204,203,200_.jpg

 

Buku ini ditulis oleh Mohsin Hamid, bercerita tentang seorang imigran Pakistan yang harus hidup di USA saat peristiwa 9/11 terjadi. Dan iya, dia muslim. Jauh sebelum peristiwa 9/11, si pemeran utama ini hidupnya enak. Bekerja di kantor pengacara dengan karir yang bagus, juga memiliki pacar asli US yang setia. Tapi setelah 911, semuanya terbalik. Dia seakan menjadi momok menakutkan bagi orang-orang disekitarnya yang dahulu begitu menyukainya. Saya suka buku ini karena mengubah cara pikir saya tentang menjadi minoritas di sebuah tempat/negara. Oh iya, saya baca buku ini sekitar 7 tahun lalu, jauh sebelum isu minoritas kembali menyeruak di negara kita.

 

2. My Father's Notebook

51oARibTn4L.jpg

Apa yang akan dilakukan seorang anak yang memiliki seorang ayah yang buta huruf dan bisu? Aga Akbar adalah anak itu. Dan surely, dia sangat bangga dengan ayahnya. Bahkan menyanjungnya. Notebook ayahnya bukanlah tulisan biasa, melainkan huruf kuno Persia, yang coba diartikan oleh Aga.

Nah, buku ini mengajarkan untuk mensyukuri apa yang kita miliki, termasuk keluarga. Cerita Aga dan ayahnya di buku ini sangat menarik untuk diikuti. Mengubah hidup saya karena dari buku ini, saya belajar untuk menerima keluarga apa adanya. Seburuk-buruknya mereka, mereka adalah keluarga.

3. The Outsider

aa569dc6062df26281799d74d0e1809c.jpg

Buku yang ditulis oleh Albert Camus ini adalah novel bergenre absurditas dan membahas secara singkat tentang teori eksistensialisme. Mersault adalah orang yang bisa dibilang tidak memiliki emosi. Ketika ibunya meninggal, ketika pacarnya meniduri orang lain atau ketika di bagian terakhir buku ini, dia menjalaninya dengan tanpa emosi. Seolah semua memang pasti terjadi (kematian, jodoh, kelahiran) di dunia ini, jadi apa yang harus disesali? Dan buku ini sungguh sangat mengubah dan mempengaruhi hidup saya sampai sekarang, bahkan sampai saat ini.

Demikian 3 buku yang mengubah hidup saya.

Answered Apr 23, 2017

Banyak novel yang sangat menginspirasi saya. Akan tetapi, di sini saya cukup menyebutkan beberapa saja.

Inferno

Yo6C4LCwcDUajTZt5G6L9-mq9X2b80P0.jpg

Buku ini karangan Dan Brown. Buku keempat yang menceritakan petualangan Robert Langdon. Buku ini menceritakan tentang dilema kemanusiaan. Bercerita tentang seorang humanis ekstrem bernama Bertrand Zobrist yang ingin menyelamatkan kemanusiaan dan alam raya dengan cara membuat virus yang dapat memusnahkan 1/3 manusia di bumi ini.

Angels & Demons

5CQ8QCVhvwVH5CjPgtQX_MdGQgcAJqCK.jpg

Buku pertama karangan Dan Brown tentang petualangan Robert Langdon. Hal yang menarik dari novel ini adalah bercerita tentang dialektika antara agama dan ilmu pengetahuan terutama setelah ditemukannya sebuah zat bernama Anti-Materi yang seringkali disebut dengan God's Particle.

Muhammad

df_mgU9_YlHAGzIUteUHRkYkLE9M0q5_.jpg

Buku novel tetralogi tentang Nabi Muhammad karangan Tasaro G. K.. Buku ini menceritakan tentang Nabi Muhammad dan empat khalifahnya beserta seorang cendekiawan Zoroaster yang ingin menemui Nabi Muhammad atau para sahabatnya demi mencari kebenaran tentang Tuhan.

World Without End

vyV74LR2OA_uRDSwP4Nk8YZ7sWQY_Z5n.jpg

Novel yang dikarang oleh Ken Follet ini menceritakan tentang Inggris abad pertengahan. Bercerita tentang intrik politik di Inggris ketika Inggris masih sangat dikuasai oleh keluarga kerajaan yang didukung oleh dominasi gereja. Tokoh utamanya adalah seorang pekerja tukang kayu yang berusaha dalam meraih profesi resminya sebagai tukang kayu.

Bartimaeus Trilogy

F0kiboEG0uKSlZdrEk8fUzGaiEO-s6HE.jpg

Novel ini dikarang oleh Jonathan Stroud. Bercerita tentang seorang penyihir. Akan tetapi, berbeda dengan Harry Potter. Novel ini mengajarkan bahwa penyihir sekalipun tidak akan bedaya bila tidak ada yang membantunya, dalam hal ini, penyihir-penyihir di dalam novel karangan Stroud dibantu oleh para jin pribadi mereka. Bartimaeus merupakan jin pribadi tokoh utamanya.

Answered Apr 23, 2017
W P
Hanya Pemilik Akun Selasar yang Dianaktirikan

Sebenarnya ada anyak novel yang sudah saya baca, dan banyak pula yang sudah menginspirasi saya. Namun, akan saya tuliskan bberapa saja:

1. The Alchemist karya Paulo Coelho

302UimcR8iqA2dNx2Nl1uyxW0nX-dzKw.jpg

2. Sophie's World karya Jostein Gaarder

gRlqqwgZ1r4PFzVuSMed6GV2PUV-iRdo.jpg

3. Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle

GP1EIaveLkB0Au8GjiKCuABTXLbpr0e6.jpg

4. Lima Sekawan karya Enid Blyton

awlgfMmIZQ3yx8Chx8XeUd4i0aKaMnd1.jpg

5. Arus Balik karya Pramudya Ananta Toer

ls8OIndvkeVDn_nRZSTEjHTpO1nnImcD.jpg

6. Harry Potter karya J.K. Rowling

3aozr2fab714X-4dvacXkh4mBzLtHLYA.jpg

7. The Lord of the Ring karya J.R.R. Tolkien

u5SIGAB90URcXQzMmtRCBxDn5_dAlclr.jpg

 

Photo courtesy of : Google Image and my personal Instagram of @mrwahyuprasetya

Answered Apr 24, 2017
Kesha Darma
Traveler, Worker, Lover (of Hawa), Pro-Rider in sometimes, and a writer

ELA3R4H4fSQOGZ45qJAhxh0TBsSRlp9k.jpg

Travelers Tale Belok Kanan Barcelona

Novel yang satu ini banyak banget ngasih saya pelajaran yang bisa di petik, beda dengan novel-novel lain, novel ini gabungan dari 4 penulis yang berbeda di dalam 1 cerita yang sama, dimana cerita dilatarbelakangi oleh 4 sahabat yang sudah berteman sejak mereka masih muda, dimana mereka ber 4 ternyata saling menyukai, namun karena adanya perbedaan di masing masing dari mereka, akhirnya cinta mereka pun tidak ada yang tersampaikan. 

Ketika mereka beranjak dewasa mereka ber 4 pindah ke luar negeri, dimana mereka ber 4 tinggal di tempat tempat beragam, dan satu email pun masuk, dimana salah satu dari mereka akan menikah. Petualangan dimulai dari sini, dimana para karakter akan berjuang keras untuk mencapai Barcelona, ada yang santai sambil berjalan-jalan, ada yang harus berusaha melewati zona perang untuk sampai Spanyol. 

Yang membuat saya tergugah dalam membaca ini ada banyak hal, cerita dari sedih sampai lucu pun ada di novel ini, dan pada novel ini salah satu pelajaran yang bisa saya dapatkan adalah "kadang rasa sayang yang kita mau itu gak selalu bisa kita paksain, orang yang di tujuin buat kita selalu jadi misteri, bahkan ternyata orang yang nantinya kita sayang banget sampai masa depan, ada di dekat kita selama ini, dan kita belum sadar aja". 

Answered Apr 25, 2017
Hari Nugroho
Medical Doctor with Addiction Medicine training

covBT-526.jpg

 

Banyak bacaan yang sebenarnya menginspirasi saya, namun rata-rata lebih ke buku-buku non fiksi, kebanyakan suatu biografi atau kumpulan essay. Namun demikian saya juga membaca novel-novel, mulai cerita-cerita lucu dan kocak Lupus, cerita mallory towers, hingga novel-novel karya mira w. Ada beberapa novel yang paling berkesan untuk saya, dua diantaranya adalah novel Jepang yang diterjemahkan, yaitu :

1. Habibie dan Ainun

Buku ini sangat berkesan untuk saya, beberapa bab ceritanya seakan mirip dengan kisah hidup yang saya alami, misalnya soal Ainun yang satu SMA dengan Habibie, itu mirip sekali dengan kisah saya dan istri. Buku ini juga menginspirasi saya untuk terus semangat belajar, mengejar cita-cita saya hingga ke luar negeri, dan bagaimana tetap hidup secara sederhana. Dan yang paling berkesan adalah untuk menjadi seorang ahli itu tidak mudah, diperlukan semangat pantang menyerah, kegigihan, dan tahan banting, mungkin memang benar pernyataan bahwa kesuksesan diawali dengan kesengsaraan.

2. Saga No Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)

Cerita yang sangat mengesankan dari perang dunia 2, pasca Hiroshima dan Nagasaki yang di bom. Tokohnya Akihiro Tokunaga, terpaksa tinggal bersama neneknya yang miskin, setelah ayahnya meninggal dunia terkena radiasi bom atom. Kehidupan miskin yang dialami oleh keluarga Tokunaga ini tak menjadikan mereka bermuram durja, namun mereka tetap menjalani hidup dengan semangat, dengan ceria berkat kecerdikan dan kreativitas sang Nenek. Dari buku ini saya belajar untuk selalu bahagia dan ceria, kebahagiaan dan keceriaan tidak hanya diukur dengan banyaknya materi atau harta yang dipunya, kebahagiaan datang karena diri sendiri, bagaimana kemudian mencitrakan bahagia di otak dengan hal-hal yang mudah dan tidak berputus asa. Seperti kata anak jaman sekarang : "bahagia itu sederhana, jangan lupa bahagia".

3. Toto Chan : Gadis Cilik di Jendela

Toto Chan mengajarkan saya untuk bisa berekspresi dan bagaimana terus belajar dengan riang gembira. Saya membayangkan jika sekolah dasar di Indonesia cara mengajarnya sebagaimana yang diceritakan dalam Toto Chan, barangkali tidak ada anak sekolah dasar yang enggan untuk berangkat sekolah. Seperti yang kita ketahui bersama, beban anak sekolah dasar kadang-kadang bikin geleng-geleng kepala, sekolah seolah menjadi beban, bukan suatu kegiatan yang menyenangkan, padahal sekolah dasar itu adalah pengalaman penting supaya bisa terus bersemangat untuk maju, menanamkan nilai-nilai budi pekerti, tak hanya bagaimana menanamkan pengetahuan yang bersifat kognitif saja.

4. Negeri Van Oranje

Saya tidak tahu mengapa begitu suka dengan novel ini, bisa jadi bias karena saya pernah mengalami belajar di Amsterdam. Yang jelas novel ini membangkitkan kenangan mengenai Belanda, ketika membaca novel ini, saya seolah-olah kembali terbang dan menikmati keindahan Belanda, kanal-kanalnya, kincir angin, sepeda, bahkan kereta, trem bahkan ov-chipkaart, kartu yang digunakan untuk mengakses moda transportasi umum.

Tentu saja novel ini juga menginspirasi saya untuk terus belajar. Tokoh-tokohnya yang masing-masing berjuang untuk menyelesaikan kuliahnya, atau bahkan harus kerja sambilan demi bertahan hidup.

Keempat novel tersebut menginspirasi saya untuk terus menggapai mimpi, belajar tak kenal lelah hingga ke seluruh dunia. Tak ada yang tak mungkin jika kita terus percaya dan berusaha.

 

Saktinya masa muda. Semua pintu kesempatan dan kemungkinan masih terbuka lebar dan terhampar luas. Ibarat slogan Adidas : Impossible is nothing”.  Negeri Van Oranje (273)

 

(ket.gambar : mizanstore.com)

 

 

 

 

Answered Apr 25, 2017
Dityas N. Permana
Penonton setia Keluarga Cemara

oJdLkpxLW71nsPCprNfJLKxgxGzQ9sdQ.jpg

Sebenarnya bukan novelnya yang menginspirasi saya tapi penulisnya. Nama penanya kaisoone. Awalnya saya baca tulisannya hanya karena iseng di waktu senggang untuk mengisi kegiatan. Namun, berawal dari keisengan tersebut ternyata saya semakin tertarik dan suka dengan tulisannya karena gaya menulisnya.

Jika ditanya, apa yang kaisoone tulis, ialah love story pada umumnya. Tapi menurut saya, love story ini berbeda tidak seperti novel-novel teenlit yang terkadang sangat cheesy untuk dibaca. Gaya bahasanya membuat cerita ini sangat menarik, puitis namun tidak berlebihan dan mudah dimengerti. Seakan tersihir dengan gaya bahasanya yang puitis, saya seakan berubah menjadi sosok yang puitis juga dalam mengekspresikan sesuatu.

Melalui ceritanya, saya terinspirasi untuk mulai menulis padahal sebelumnya saya sulit mengekspresikan perasaan menggunakan tulisan. Saya lebih suka memendamnya. Walaupun tulisan saya belum seindah tulisannya, tapi kaisoone membuat saya ingin dapat menulis sepertinya dengan gaya saya sendiri tentunya.

Beberapa tulisan sudah saya buat untuk mengekspresikan perasaan saya, namun tidak ada keberanian untuk mempublikasikannya. Cukup untuk memuaskan diri sendiri dulu saat ini.

Oh ya, cerita-cerita dari kaisoone ini belum dibukukan, ia menulis cerita-ceritanya di wattpad.

Beberapa cerita yang sudah ia tulis berjudul Claires, Deverra, Nonversation, dan Loversation. Untuk cerita Claires sedang dalam proses untuk dibukukan.

Gaya khas bahasa menulisnya dan format menulisnya yang saya suka dari kaisoone. Dimana, setiap chapter di tulisannya ia akan memulainya dengan puisi atau kalimat kalimat puitis.

Salah satu contoh puisi favorit saya yang terdapat di dalam ceritanya tersebut ialah yang berjudul Matahari Terakhir.

Refleksi sosok samar-samar berdiri di pelataran pintu

Tepat di 60 detik pertama, sinar meluap memenuhinya

Bukan samar-samar lagi

Lalu jelas menangkar luasnya jalan dengan kedua kaki

Ya, sosok itu

Sinarnya dari matahari

Sinar terindah yang menyambut pagi

Katanya, matahari datang untuk membawa pagi

Lalu pagi datang untuk membawa hari ini

Lantas hari ini datang untuk membawa bahagia baru

Kemudian, jikalau aku ingin bahagia yang lama, untuk apa matahari?

Layaknya kapas berdoa pada angin,

Jika boleh kupinta,

Jadilah matahari terakhir

Datang nanti saja

Jangan sinari si samar-samar

Karena kapas hanya ingin memiliki segala keburamannya

Bahagia yang lama

Selain puisi tersebut, salah satu kalimat favorit saya dari ceritanya kaisoone tersebut ialah,

Life is like piano

White keys represent joy

Black keys represent sorrow

As you go through life,

Remember that the black keys make music too

Answered Apr 25, 2017

DVwiT0qzVWvvwdLHpQ-RvBPkoD-KI3_I.jpg

Novel tidak ada, kalau buku ada, yaitu Mencari Tuhan Yang Hilang, Cacing dan kotorannya, serta Healing Therapy milik Irma Rahayu.

 

sumber gambar : tokopedia.net

Answered Apr 26, 2017
Baskoro Aris Sansoko
Mahasiswa UNAIR; baskoroaris.com

_vVa_xLbK2ogEJ-oTEAQ3Z4-SXxALI0x.jpg

Ada banyak novel yang meninggalkan kesan di jiwa yang kemudian berpengaruh ke kehidupanku. Yang menurutku paling membekas adalah The Kite Runner tulisan Khaled Hosseini, yang mungkin karena novel itu aku membenci segala bentuk keekstreman hingga sekarang. Hanya saja, untuk kali ini, aku rasa aku perlu mengangkat novel yang menjadi pemantikku untuk mulai membaca dan menulis lebih banyak.

Novel itu adalah Ayat-ayat Cinta tulisan Habiburrahman el-Shirazy.

Sederhananya, aku sangat suka cara beliau dalam bertutur cerita melalui aksara. Penggambaran proses Fahri dalam berkuliah sambil berniaga dan detil-detil tentang Kairo dan kehidupan di dalamnya membuat aku yang pada waktu itu masih kelas 6 SD benar-benar ingin bisa bercerita dengan cara yang sama.

Walaupun pada hari ini isi novel Ayat-ayat Cinta sedikit sekali yang membekas karena spektrum pemikiran yang hari ini ada pada diri saya dapat dianggap berbeda dengan spektrum pemikiran Habiburrahman el-Shirazy, namun Ayat-ayat Cinta akan selamanya menjadi pemantik untuk tahap-tahap selanjutnya; baik membaca novel luar negeri dengan penulis yang cukup popular seperti Aldous Huxley hingga novel ustadz dari komunitas Islam yang spesifik seperti ustadz Abu Umar Basyier dari komunitas salafi.

Semoga ini menjadi amal jariyah bagi Habiburrahman el-Shirazy. :)

 

Sumber gambar: aliffira.files.wordpress.com (KAM)

Answered May 1, 2017
Saverinus Suhardin
Ners, Pembaca, Penulis, Pengajar

JPVr8B9wAKMJtxMYyCsoOBE1BJdxiVxQ.jpg

Pertanyaan ini, sudah saya dapatkan dari Selasares yang lain sejak 2 bulan lalu. Tidak bisa langsung saya jawab. Saya jarang sekali membaca novel. Pernah beberapa kali membaca, tapi tidak sampai finish. Ada pula yang berhasil dibaca hingga tamat, tapi lupa isinya karena sudah terlalu lama.

Tidak lama setelah mendapat pertanyaan ini, saya mendapat hadiah novel dari seseorang. Saya pun membaca, meski butuh waktu yang lumayan lama. Saya membaca di sela-sela kesibukan harian. 

Setelah menamatkan novel tersebut, saya anggap sudah bisa menjawab pertanyaan ini. Novel tersebut sangat menginspirasi bagi saya, yang mungkin akan mengubah hidup selanjutnya. Novel yang saya maksud itu berjudul: "Wijaya kusuma dari kamar nomor tiga" karya Maria M. Banda.

Novel tersebut menceritakan perjuangan seorang bidan muda, bernama Rosa Delima. Setamat kuliah, Rosa langsung ditempatkan di puskemas yang jauh dari kota. Setting tempatnya di sebuah daerah di Flores-NTT. Dia menerima tugas itu dengan keyakinan teguh, bahwa dia dapat menjalaninya dengan baik. Usia yang terbilang muda serta harus meninggalkan tunangannya, tidak dijadikan alasan baginya menolak tugas tersebut.

Di tempat kerja, Rosa banyak menemukan tantangan. Kemampuannya sebagai bidan serta kemampuan membina hubungan dengan orang di sekitarnya, memungkinkan berbagai masalah yang dihadapinya dapat teratasi satu per satu secara baik.

Rosa konsisten memberi pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang kesehatan ibu hamil. Meski awalnya mendapat penolakan dari beberapa orang, dia tetap tulus memberikan pelayanan. Kepiawaian dia melakukan pendekatan pada akhirnya membuat masyarakat sadar, sehingga mereka pun akhirnya pro-aktif dalam setiap program kesehatan yang dijalankan, khususnya yang berkaitan dengan ibu dan anak.

Kinerjanya yang baik sebagai bidan pada akhirnya mendapat pengakuan dari masyarakat, pimpinan puskesmas, hingga didaulat sebagai bidan teladan tingkat provinsi NTT. 

Selain dalam hal kerja, Bidan Rosa juga mengalami beberapa tantangan berkaitan dengan jodoh. Hubungan jarak jauh dengan tunangannya yang bernama Adrian, tidak berjalan dengan mulus. Tunangannya selalu merasa cemburu dan sering melontarkan kata-kata kasar. Pada akhirnya, Rosa pun tahu kalau Adrian merupakan sosok yang sering melukai perasaan wanita. Dia pun mengakhiri hubungan spesial tersebut.

Kesempatan itu digunakan sebaik mungkin oleh dua orang yang sejak lama ingin mendekatinya. Keduanya adalah dokter Yordan yang merupakan kepala puskesmas tempatnya bekerja, dan seorang lagi bernama Om Martin. 

Ending ceritanya menggantung. Saat berpacaran dengan dr. Yordan, tiba-tiba ada seorang wanita lain yang menghadang. Ternyata, dia merupakan mantan istri dr. Yordan yang sudah lama berpisah karena mengalami gangguan jiwa. Saat terjadi perkelahiran terjadi,, Bidan Rosa meminta pertolongan kepada Om Martin. Kisah pun berakhir. Entah siapa yang akan menjadi suami dari Bidan Rosa.

Selain ceritanya seru dan menarik, bagi saya, novel itu banyak memberi pendidikan bagi pembaca. Terkhusus bagi saya atau sejawat lain yang berkarya di bidang kesehatan. Kisah perjalanan Bidan Rosa sebagai Bidan di puskesmas, patut dijadikan contoh yang baik.

Saya yang berprofesi sebagai perawat merasa perlu belajar banyak dari pengalaman Bidan Rosa. Pelayanan keperawatan sangat kompleks. Butuh semangat yang ekstra seperti yang dicontoh  Rosa dalam novel tersebut.

Novel ini, saya sangat rekomendasikan bagi mahasiswa keperawatan,kebidanan, atau bidang kesehatan pada umumnya. Jika Anda berhasil membacanya hingga tuntas, itu berarti 75% sudah layak dianggap sebagai tenaga kesehatan. Sisanya tinggal Anda selesaikan kuliah saja.

(foto diambil dari: https://www.google.co.id/search?q=wijaya+kusuma+dari+kamar+nomor+3&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjasrD7-LLUAhWKro8KHRW2APEQ_AUIBigB&biw=1024&bih=508#imgrc=iWnZ3TWOcGwUVM:)

Answered Jun 10, 2017
Huda Fadhlullah
PM Baktinusa 9 Semarang

Ada beberapa novel yang menginspirasi dalam kehidupan saya, bahkan hingga mengubah pola pikir dan kehidupan saya. Salah satu diantaranya adalah Novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih. KaryaHabiburrahman El Shirazy memang terkenal selalu membangkitkan jiwa jiwa yang kering akan vitamin iman. Tak terkecuali novel yang satu ini. Kang Abik –panggilan Habiburrahman El Shirazy begitu cerdas dan brilian menggambarkan bagaimana kehidupan seorang mahasiswa muslim yang menuntut ilmu di negeri orang, lengkap dengan lika-liku kehidupannya. Azzam –tokoh utama novel Ketika Cinta Bertasbih, digambarkan memiliki karakter yang kuat melekat pada dirinya. Sampai saat ini, sudah tiga kali saya membaca novel ini dan masih (dan akan terus) kagum dengan karakter Abdullah Khoirul Azzam. Saya rasa, inilah karakter yang harus ditanamkan oleh seorang mahasiswa/pelajar muslim, terlebih di zaman yang penuh dengan fitnah ini. berikut karakter Azzam yang digambarkan oleh Kang Abik di Novel Ketika Cinta Bertasbih.
1. Pekerja keras
Karakter ini digambarkan dengan Azzam yang sangat disiplin dalam mengatur waktu dan prioritas. Azzam, yang notabene mahasiswa cerdas, seharusnya bisa lulus dalam waktu 4 tahun saja. Namun, demi menghidupi keluarga di Indonesia –karena ayahnya meninggal ketika semester awal perkuliahan- Ia harus merelakan hidup lebih lama di Mesir untuk berjualan bakso dan tempe. Hasil penjualannya yang cukup menguntungkan itu ia kirim ke Indonesia untuk membiayai adik-adiknya bersekolah. Sudah hampir sembilan tahun ia berada di Mesir, dan kini sudah menempuh semester terakhir. Kehidupannya sekarang lebih banyak terforsir untuk berbisnis, demi menyiapkan kepulangannya ke Indonesia. Selesai urusan di kampus, Azzam harus pergi ke pasar untuk membeli kedelai, selapas itu masih harus memasak air dan merendam kedelai dengan air panas untuk membuat tempe. Selepas itu masih harus membungkus tempe hingga tengah malam, dan baru beristirahat setelah tempe-tempe itu dibungkus semua. 
2. Ikhlas
Karakter ini digambarkan ketika Azzam pulang dari membelii kedelai dari pasar, ia menemukan dua orang mahasiswi Al-Azhar dipinggir jalan, dimana salah satu mahasiswa itu menangis seseunggukan karena dompetnya dicopet. Lalu Azzam menawarkan bantuan untuk pulang dan mengambil buku dari mahasiswi tersebut yang tertinggal di bus yang ia tumpangi. Setelah mendapatkan buku-buku tersebut, Azzam mengantarkan kedua mahasiswa tersebut pulang ke flatnya. Ketika ditanya namanya siapa, ia mengatakan Abdullah, khawatir ia akan dikenal dan niatnya tidak lurus lagi.
3. Enterpreneur
Hal ini digambarkan dengan Azzam yang berjualan tempe dan bakso ketika belajar di Mesir. Jiwa entrepreneurship juga tertanam dengan kuat pada diri Azzam, yaitu jujur, integritas, menjaga relasi, berani menerima tantangan.

3.Memuliakan ilmu
Karakter ini sangat ditonjolkan pada novel ketika cinta bertasbih jilid 1. Azzam yang masih berkutat dengan kesibukan bisnisnya, masih tetap mengutamakan menuntut ilmu. Hal ini digambarkan dengan keseharian Azzam ketika mengisi waktu kosong dengan membaca buku, nelajar qiraah di masjid. Selain itu, kriteria jodoh yang digambarkan oleh Azzam haruslah yang cerdas, fasih berbahasa inggris, dan memiliki pendidikan yang baik.

4.Menjaga kesucian hati dan fisik
Hal ini digambarkan ketika Azzam bertemu dengan Eliana, putri dubes Indonesia untuk Mesir. Ketika ia ditawari hadiah french kiss oleh Eliana, Azzam dengan tegas menolaknya, tanpa pandang bulu siapa yang menawarinya itu. Selain itu, Azzam  juga selalu menjaga pandangan ketika berjumpa dengan wanita, terlebih di novel tersebut digambarkan wanita asia tenggara yang belajar di Al Azhar kebanyakan cantik-cantik.

itulah beberapa karakter Khoirul Azzam yang menjadi tokoh utama dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih Jilid 1. Bagi saya, Azzam adalah contoh mahasiswa yang patut ditiru oleh mahasiswa di zaman sekarang. 

Answered May 3, 2019

Question Overview


16 Followers
4976 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Dari mana cara termudah memulai mencari ide untuk menulis novel?

Bagaimana cara paling efektif untuk mengembangkan alur dalam menulis novel?

Siapakah menurut Anda yang patut disamakan kualitas penulisannya dengan Pramoedya Ananta Toer?

Bagaimana proses kreatif saat pertama kali menulis novel?

Apa karya sastra/novel yang paling berkesan bagi Anda?

Mungkinkah Tereliye melakukan plagiasi dalam beberapa karya atau novelnya?

Mengapa Helvy Tiana Rosa tidak lagi menerbitkan novel?

Di antara novel-novel Haruki Murakami, yang manakah yang paling Anda sukai?

Apakah kutipan Haruki Murakami yang paling berkesan bagi Anda?

Siapa yang paling menginspirasi hidup Anda?

Apa cerita yang paling menginspirasi dan mengubah hidup Anda?

Apa kegagalan-kegagalan terbesar dalam hidup Anda?

Apa film yang paling menginspirasi dan mengubah hidup Anda?

Siapakah tokoh olahraga Indonesia paling menginspirasi?

Siapakah tokoh olahraga dunia yang paling menginspirasi?

Apa hal paling menyedihkan yang pernah Anda dengar, baca, dan lihat?

Siapa di antara anggota keluarga besar Anda yang memiliki prestasi paling mengesankan?

Apa 10 pengalaman yang harus dijalani selama hidup?

Mengapa pada masa sekarang sangat sedikit penulis Indonesia yang memiliki kualitas layaknya Pramoedya Ananta Toer?

Mungkinkah Pramoedya Ananta Toer mengkader seseorang agar mampu menjadi penerusnya? Siapa dia?

Siapa penulis populer favorit Anda? Mengapa?

Siapa itu Don Rosa?

Siapa sastrawan perempuan Indonesia favorit kamu?

Bagaimana cara membuat suatu konten menjadi viral? Apa ada tips khusus?

Apakah yang dimaksud dengan penulisan kreatif?

Apa yang dimaksud dengan 5W 1H dalam menulis berita?

Apa yang disebut "Nilai Berita" atau news value?

Adakah unsur lain selain 5W+1H dalam menulis berita?

Apakah tips menulis terbaik yang pernah kamu dapatkan?

Adakah pola tertentu dari karya-karya Murakami?

Bagaimana cara mengakhiri suatu cerita?

Bagaimana cara membuat karakter/tokoh dalam suatu cerita?

Bisakah Anda membuat karangan deskripsi menggunakan hal apapun di sekitar Anda sekarang?

Siapa pengarang buku favorit Anda? Apa alasan Anda?

Dalam menulis online, seberapa sering mengalami kegagalan posting dan tulisan hilang tak berjejak? Apa reaksi Anda?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan?

Bagaimana menjelaskan bahwa ada kemungkinan kehidupan lain selain di Bumi ini?

Apa motto hidup paling keren?

Apakah seseorang mempunyai karakter bawaan yang tidak bisa diubah?

Apa ketakutan terbesar dalam hidupmu? Mengapa?

Siapakah cinta pertama Anda?

Seberapa pentingkah olahraga bagi Anda ?

Apa yang Anda lakukan ketika mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan?

Apa pengalaman paling bermakna dalam kehidupan Anda?

Siapakah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan Anda?

Apa yang membuatmu merasa bermakna dalam hidup?

Menurut Anda, bagaimana kualitas seorang artis atau selebritis di Indonesia dari segi moral?

Siapakah diri Anda?

Apa arti nama Anda?

Siapa kamu?

Apa hasil Myers-Briggs Type Indicator-mu ?

Bagaimana kepribadian mu pada hasil tes Myers-Birggs Type Indicator?